Radio begitu spesial, bagiku.
Begitu penting, mungkin hanya untuk saat itu.
Itu hanya karena ada dia, di ujung sana.
Di ujung yang hanya berjarak seratus lima puluh meter dari rumah.
Namun jarak itu hanya ada selama tiga jam, di akhir pekan.
Hanya akhir pekan.

Tiga bulan sudah.
Radio itu tetap bertahan.
Suara di ujung sana tetap mengudara.
Menemani akhir pekanku yang melelahkan.
Namun lelah itu hilang saat kita saling bercakap melalui telepon.
Mengabaikan lagu-lagu yang terus berputar.
Tanpa mempedulikan telepon lain yang mengantre.

Lima bulan sudah.
Radio itu masih juga bertahan.
Ada yang berbeda dengan suara diujung sana.
Semakin dekat, semakin akrab.
Akhir pekan masih dengan kebiasaan yang sama, bercakap melalui telepon.

Padahal, setiap pagi ada pertemuan.
Pertemuan antara pesepeda dan pejalan kaki.
Pertemuan yang tidak disengaja.
Pertemuan yang kebetulan.
Pertemuan yang hanya bisa bertatap mata dari jauh.
Pertemuan yang hanya saling mengira-ngira.
Padahal masing-masing tahu yang sebenarnya.
Tak terhitung sudah berapa kali pertemuan.

Tujuh bulan sudah.
Suara di ujung sana mulai pudar.
Hadirnya tidak menentu.
Semua gara-gara kelulusan itu.

Kelulusan yang mulai menjauhkan dia.
Hingga...
Satu tahun sudah.
Di siang yang teramat gerah aku melangkahkan kaki menuju halte.
Bersiap menunggu bus yang membawaku menuntut ilmu, di tempat yang baru.
Berdiri di sisi halte sambil sesekali melihat jam.

"Hey" ada orang menyapaku
Tapi, sambil menelpon seseorang.
Lelaki berkemeja dengan celana kain sederhana.
Lelaki yang tingginya menyamaiku.
Lelaki yang sudah pasti aku kenal.
Lelaki yang dahulu sering bertatap dari jauh.
Lelaki yang dahulu dengan sepedanya.
Lelaki yang dahulu sering bercakap di akhir pekan.

Dia berdiri membelakangiku.
Masih sibuk dengan orang yang ada di ujung teleponnya.
Namun hanya sebentar, mungkin dua menit.
Dua menit yang membuat aku bertanya-tanya, "Benarkah dia?"

Dia menghampiriku sambil menutup telepon.
Dan bertanya,
"Fir? Ini aku. Masa' nggak tau. Inget ga?"
Sebenarnya aku tahu.
Aku hanya pura-pura lupa.
Meskipun akhirnya kutebak juga.
Dan kita terjebak dengan berapa obrolan kecil.
Meskipun hanya lima menit.
Lima menit dengan jarak terdekat kita selama ini.

Bus pun datang.
Aku kira kita akan berangkat bersama satu bus.
Ternyata hanya angan aku saja.
Dia tetap di halte itu, menunggu seorang kawan, katanya.
Sedangkan aku harus segera berangkat.

Dan akhirnya pertemuan lima menit itu berakhir.
Berakhir dengan ucapan Assalamualaikum, dariku.

Sejak itu aku pikir akan sering bertemu.
Setidaknya di halte atau di dalam bus.
Atau di tempat lain di kota ini.
Namun hingga saat ini, tujuh tahun, tidak ada pertemuan lagi...

Tujuh tahun sudah.
Radio itu tidak bertahan.
Tiba-tiba menghilang.
Entah berhenti atau berpindah saluran, aku tidak menemukannya lagi.

Dan identitas dia, turut menghilang pula.
Tidak aku temukan, di dunia maya sekalipun, tidak ada namanya.

Tujuh tahun...
Kita tidak lagi sedekat seratus lima puluh meter.
Kita tidak pernah sedekat lima menit di halte.
Aku tidak tahu berapa jarak kita saat ini.

Dan satu pertanyaan yang selalu menghantuiku,

Apakah kita masih satu kota?


:) LknPrsty // 99,8





Ria Djenaka, Monopoli Cafe, dan Rame-rame Resto. Pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kota Malang. Siapa sih sosok dibalik kesuksesan ketiga tempat tersebut? Bagaimana perjalannya? Berikut ini kisahnya.

Fiky, seorang pemuda yg mengawali bisnisnya di Bali. Tahun 2005 Fiky membuka sebuah cafe. Saat itu Fiky masih berkuliah di salah satu universitas di Bali. Namun karena fokusnya terpecah antara kuliah dan kerja, cafe yang ia dirikan akhirnya gulung tikar.

Tahun 2010 Fiky membuka sebuah cafe yg diberi nama Ria Djenaka. Saat itu cafe masih belum banyak berdiri diKota Malang. Sebagian besar cafe-cafe saat itu memiliki nama berbahasa asing. Karena itulah Fiky ingin cafenya diberi nama yg berbeda, yaitu dg menggunakan bahasa Indonesia. Awalnya cafenya akan diberi nama 'Secangkir Kopi'. Namun karena sebuah mimpi, dia mendapati nama Ria Djenaka yg akhirnya dijadikan nama untuk cafenya.

Setelah Ria Djenaka berdiri, Fiky juga melebarkan bisnisnya. Tahun 2013 dia mendirikan Monopoly Cafe. Tahun 2014 Ria Djenaka Batu didirikan. Serta Rame Rame resto di Jalan Jakarta Malang yang dia dirikan pada Mei 2015. Kenapa cafe-cafenya diberi nama berbeda? Karena Fiky ingin memecah segmentasi pasar. Ketiga cafe tersebut mempunyai segmentasi pasar yg berbeda. Ria Djenaka untuk usia 17 hingga 28 tahun yaitu pelajar dan mahasiswa. Kemudian Monopoly Cafe untuk usia 25 hingga 35 tahun yaitu pekerja dan keluarga muda. Sedangkan Rame Rame berkonsep resto untuk keluarga.

Keberhasilan Fiky tidak lepas dengan jalinan kerjasama dengan partner-partnernya. Dia selalu berusaha untuk tidak membatasi dalam bergaul. Dari situlah akhirnya dia mempunyai orang-orang yg bisa dipercaya untuk bekerjasama dalam berbisnis. Namun, perjalanan Fiky tidak selalu mulus. Dia pernah gagal, Dia juga sering dibohongi orang. Beberapa kendala lain seperti masalah financial juga pernah dia hadapi. Namun dia berusaha untuk tetap fokus mencari jalan keluar.

Selain bisnis cafenya, Fiky ternyata tengah mempersiapkan bisnis barunya yaitu Private Villa. Dia dirikan di Kota Batu dan saat ini persiapannya sudah 90%. Rencananya, Private Villa-nya akan dibuka lebaran tahun ini. Wah, sukses ya!




\










-Lacking is not an excuse for not becoming successful. (Kekurangan bukan alasan untuk tidak sukses)
-Work hard and believe your dream. (Bekerja keras dan percayalah pada mimpi anda) 
-If other can, why can’t I? (Jika orang lain bisa, mengapa saya tidak bisa)

Itulah beberapa kalimat motivasi yang disampaikan oleh Ardantya Syahreza, CEO PT Marketing Komunikasi Indonesia,  untuk mengawali talkshow-nya hari ini (14/01). Talkshow bertajuk “Powerfull Marketing” ini diselenggarakan dalam rangka “Marketing Fair” yang diadakan oleh mahasiswa program studi Marketing Polinema, di Gedung Graha Polinema Malang.

Berikut ini merupakan pemahaman beliau mengenai marketing. Marketing adalah sebuah proses untuk mencari tahu kebutuhan atau kekurangan apa yang belum ada solusinya. Menurut beliau, marketing berarti “we can answer the problem”. Ada beberapa point yang perlu diperhatikan dalam marketing, yaitu:

·         IDEA
The most powerful essence of marketing is the IDEA itself. Jadi jangan hanya sekedar jualan tetapi beri alasan  apa kelebihan dari produk anda? Apakah ada ciri khas tertentu? Kemudian usahakan produk yang anda jual bermanfaat bagi orang lain. Semakin produk anda bermanfaat, semakin besarlah usaha tersebut.

·         TUJUAN PRODUK
Tentukan tujuan anda membuat produk tersebut.

·         COMPETITION
Tentukan apa perbedaan produk anda dengan produk lain. Mungkin dari bentuk, packaging, atau mungkin dari penyajiannya.

·         VISUAL DESIGN
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam visual design. Yang pertama logo design. Logo sangat berpengaruh untuk menciptakan presepsi orang. Yang kedua adalah interior design. Jangan asal buka toko, pikirkan mengenai dekorasi apa yang cocok untuk usaha anda. Selain itu desain banner, kartu nama, dan keperluan lain jangan dibuat dengan asal-asalan.

·         COMMUNICATION
Apa yang ingin anda sampaikan ke konsumen mengenai produk anda. Tidak hanya melalui komunikasi langsung, tetapi terapkan juga di iklan-iklan yang dibuat.

·         MEDIA
Manfaatkan media sebagai sarana promosi. Namun, buatlah sekreatif mungkin. Anda bisa memainkan visual yang bagus agar orang lain tidak bosan melihat-lihat media yang anda punya.


Itulah sekilas materi yang disampaikan oleh Ardantya Syahreza dengan selingan motivasi-motivasi di dalamnya. Besar harapan beliau agar anak muda di Malang mempunyai keberanian untuk membuka usaha. So, Go or Stop? Yes or No? You have to choose. (ely)
September 2015 lalu, pukul 12.50 seusai mata kuliah Multimedia Linier dengan dosen Pak Doddy Bening di gedung lama, kami langsung berpindah ke gedung baru. Setelah diizinkan oleh satpam kami langsung menuju kelas dan sebagian dari kami tidak lupa untuk menunaikan ibadah Sholat Dhuhur. Kali ini dosen mata kuliah SEO & Web Analytic tidak bisa hadir karena ada kesibukan lain. Perkuliahan kali ini diwakilkan oleh asistennya yaitu Pak Budi Fajar Supriyanto Dedy atau biasa dipanggil dengan sebutan Pak Dedy. Pak Dedy sebenarnya tidak terlalu asing bagi kami mengingat minggu lalu beliau juga ikut hadir di pertemuan pertama mata kuliah ini bersama Pak Agus Setiawan. Hanya saja minggu lalu beliau tidak menyampaikan materi. Kami belum tahu bagaimana cara beliau menyampaikan materi.

Pak Dedy merupakan murid dari Pak Agus Setiawan. Meskipun penampilannya biasa saja, Lelaki yang tinggal di Danau Sentani Tengah H2B 39 Kota Malang ini ternyata sudah mempunyai lima bisnis. Wow, hebat bukan? Salah perusahaannya adalah kosmetik. Beliau sering berpergian ke luar kota dengan berbagai urusan, salah satunya mengontrol perusahaan yang beliau miliki serta menjadi pembicara dalam seminar.

Setelah memperkenalkan diri, beliau menyuruh kami membuka google.co.id. Beliau bertanya mengapa harus google.co.id? Namun sebelum kami menjawab pertanyaan tersebut, beliau bertanya "Apa saja sih search engine yang kalian ketahui?" Baik, inilah beberapa search engine yang ada di dunia ini:
- Google
- Bing
- Yahoo
- Ask
- Altavista
- Wikipedia
- Baidu
- Dan lain-lain

Kembali ke pertanyaan, "Mengapa kita memakai google.co.id?" Beberapa dari kami mencoba menjawab meskipun kebanyakan selalu kurang tepat. Saya pun juga ikut menjawab. Menurut saya mengapa memakai google.co.id karena google merupakan search engine terbesar dan memiliki banyak fitur. Yang termasuk dalam fitur-fitur tersebut antara lain
  • google maps
  • google plus
  • google adsense
  • google drive
  • google analytic
  • google translate
  • google Adwords
  • google Talk
  • google Finance
  • google Page Creator
  • dan masih banyak lagi.
Itu hanya sebagian fitur google yang saya ketahui. Setelah saya mencoba cari di google, ternyata ada banyak sekali fitur google. Saking banyaknya sampai banyak yang kurang diketahuai kebanyakan orang. Tapi ternyata jawaban saya tersebut hanya mendapat 40 poin alias kurang tepat. Setelah beberapa dari kami memberi jawaban, akhirnya terpecahkan juga pertanyaan itu. Jadi, alasan menggunakan google.co.id adalah karena google.co.id paling banyak digunakan di Indonesia. Yap, itulah jawaban yang paling tepat. Lalu bagaimana dengan negara lain? Negara lain misalnya daerah Eropa, mereka menggunakan Yahoo. Kemudian negara China (Tiongkok) menggunakan search engine sendiri yaitu Baidu. Mengapa mereka membuat search engine sendiri? Itu karena mereka tidak mau privasi maupun data mereka diketahui oleh negara lain. Nah, tugas kita generasi muda adalah bagaimana caranya agar Indonesia memiliki search engine sendiri. Sebenarnya negara Indonesia sekarang sedang dijajah, namun lebih parah dari zaman penjajahan dahulu yang mengandalkan peperangan. Penjajahan saat ini lebih kejam dan cenderung tidak nampak. Salah satunya melalui media dunia maya ini.

Baik kembali ke materi SEO & Web Analytic. Setelah membahas mengenai search engine dan google.co.id Pak Dedy meminta kami untuk menuliskan suatu kata kunci di google. Kami diajarkan tentang cara membaca google. Jika kita mencari sebuah kata kunci di google maka yang muncul di setiap hasil pencarian adalah tulisan dengan warna biru, hijau, dan hitam. Apa maksud dari warna tersebut?

Warna biru merupakan judul dari situs yang muncul. Warna hijau merupakan URL (Uniform Resoure Locator) yang merupakan alamat dari situ tersebut. Misalnya jualbaju.com,keripikjamurmurah.com, dan lain sebagainya. Kemudian warna hitam yang merupakan deskripsi atau isi dari situs tersebut. Ada cara atau urutan tersendiri untuk membaca ketiga warna tersebut. Berikut ini penjelasannya
1. Warna hijau. Ibaratkan seorang manusia, warna hijau merupakan nama atau identitas dari orang tersebut.
2. Warna Biru. Apakah judul dari situs tersebut cocok dengan kata kunci yang kita cari atau tidak. Jadi, ibaratkan seorang manusia, setelah mengetahui namanya, warna biru ibarat alamat dari orang tersebut.
3. Warna Hitam. Yang tercantum dari warna hitam ini adalah deskripsi dari situs tersebut. Atau disebut juga dengan penjabaran. Namun tidak semua deskripsi tertera di pencarian, hanya beberapa kata atau kalimat saja yang muncul.
Itulah cara membaca pencarian google. Banyak yang tidak mengetahui maksud dari warna-warna tersebut. Kebanyakan orang mengaggap google itu seba tahu. Namun berbeda dengan pak Dedy. Menurut Pad Dedy, google itu "Babu" (pembantu). Lho, kok babu? Alasannya karena google mudah disuruh. Disuruh mencari ini lah, itu lah, hanya dengan tinggal memasukkan kata kunci. Ya, cukup masuk akal.

Di tengah mata kuliah berlangsung ada seorang teman saya bertanya, "Bagaimana agar website kita berada di posisi pertama dalam pencarian google?" Pak Dedy pun menjawab, sebuah website tidaklah harus berada di peringkat pertama. Alasannya karena pemasaran tidak harus menggunakan website, bisa saja sosial media yang lebih bisa berada di peringkat pertama. Contohnya youtube. Jika kita juga aktif atau sering meng-upload video produk di youtube, maka tidak menutup kemungkinan youtube berada di posisi teratas. Toh youtube sendiri juga bisa di SEO kan. Tidak semua orang memilih website sebagai media promosi. Proses membuat website tidaklah mudah. Perlu membeli domain, hosting, serta memerlukan web design yang cukup rumit. Jadi, orang cenderung lebih memilih yang mudah yaitu youtube. Namun bukan berarti website tidaklah berguna. Orang-orang yang profesional tentunya menjadikan website sebagai komponen utama dalam pemasaran online (internet marketing).
Kemudian ada seorang teman kami lagi bertanya. Apakah di mata kuliah SEO dan Web Analytic ini kami hanya mempelajari google atau yang lain juga. Menurut pak Dedy, google itu hanyalah tool atau alat, di mata kuliah ini yang diterapkan pak Agus adalah bagaimana konsepnya.atau caranya. Kalau sudah tahu dan paham mengenai konsep dan caranya, maka kita mau memakai search apapun akan bisa menggunakannya.



Baik, sekian tulisan dari saya mengenai pertemuan kedua mata kuliah SEO dan Web Analytic. Semoga bermanfaat.
Creative Market. Sebuah perusahaan e-commerce dengan produk-produk desain. Ingin tau lebih banyak mengenai Creative Market? Check this out!




Wahyu Aditya, Sang Provokator Kreativitas

Kreatif itu...Sampai Mati!
Begitulah sebuah kalimat yang saya baca dari sebuah buku berjudul "Sila ke-6 : Kreatif Sampai Mati" Siapa penulis dari buku tersebut? Dia adalah Wahyu Aditya atau sering disapa Wadit, seorang pemuda yang mendefinisikan dirinya sebagai aktivis animasi dan desain.

Awal karir Wadit dimulai ketika bekerja di Trans TV sebagai creative designer dan animator. Kemudian ia memutuskan untuk membuka usaha di bidang pelatihan. Berbekal pinjaman bank sebesar 400 juta rupiah ia membuka kursus animasi. Tekad itu diwujudkan dengan ikut sebuah pameran pendidikan di semanggi expo Jakarta Selatan. Disana ia menemukan ada 41 orang yang berminat menjadi murid. Ini menjadi langkah awal bagi Adit untuk mendirikan HelloMotion Academy Inc, School of Animation and Cinema. Sampai saat ini sudah meluluskan lebih dari 1000 siswa.

Wadit juga menyempatkan waktu untuk merealisasikan ide-ide aneh lainnya. Ia membentuk Kementerian Desain Republik Indonesia (KDRI) yang bertujuan mengubah Indonesia dengan caranya sendiri. Unik bukan? Kementerian ini memiliki ambisius yang cukup serius, yaitu menyebarkan semangat Indonesia ke dunia melalui kekuatan visual. Sasarannya adalah anak muda dan orang yang berjiwa muda dengan membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Gembolers.

Di KDRI, Wadit menjabat sebagai juru bicara kementrian. Sedangkan posisi menteri diduduki oleh Mas Gembol (panggilan masa kecilnya). Mas Gembol merupakan sebuah karakter lucu dan menggemaskan. Melihat antusiasme ini Mas Gembol mencoba menawarkan hal baru selain menyajikan artikel, yaitu produk kaos KDRI. Hingga terbentuk sistem crowdsourcing yang melibatkan Gembolers berpartisipasi dalam membuat desain kaos.

Nah dari KDRI itulah saya jadi mengetahui sosok Wadit. Waktu itu tahun 2013 ketika saya browsing mengenai info lomba desain, saya dipertemukan dengan website KDRI. Saya langsung tertarik dengan namanya yang cukup membuat saya penasaran. “Emang ada ya kementerian desain?” pikirku waktu itu. Setelah saya mengenal lebih jauh mengenai KDRI, saya pun tertarik untuk bergabung. Sejak saat itu saya sudah beberapa kali mengikuti lomba yang diadakan oleh KDRI. Lomba terakhir yang saya ikuti adalah lomba poster dalam rangka memperingati hari hak asasi hewan.

Sejak tahun 2007 Wadit mendirikan HelloFest Indonesian Motion Picture Arts Festival Anima Expo’. HelloFest menyertakan KostuMasa, dengan jumlah hanya puluhan peserta/partisipan saja. Namun pada tahun 2012 komunitas tersebut membeludak menjadi 1500 lebih pesertadan kini mencapai 20rb pengunjung. Keren!


Wadit juga merupakan orang yang sukses di bidang Digitalpreneur. Berikut pengamatan saya mengenai hal-hal yang dia lakukan untuk bias menghasilkan uang dari internet:

1. Wadit mendirikan website Kementrian Desain Republik Indonesia (KDRI) dengan alamat www.kdri.co. Website tersebut menyajikan artikel-artikel menarik mengenai desain dan animasi. Hingga Wadit mengadakan lomba-lomba desain. Kemudian perusahaan maupun instansi seperti Bank Mandiri, Kompas, Indomaret, hingga Badan Standart Nasional (BSN) dan Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan RI) mulai melirik KDRI. Akhirnya banyak perusahaan ataupun instansi bekerjasama dengan Wadit untuk mengadakan kompetisi desain, misalnya desain logo dan desain maskot untuk perusahaan/instansi tersebut. Disitu Wadit berperan sebagai juri. Nah, dari situlah Wadit memperoleh uang dari internet.

2.   Wadit juga mendirikan distro yang diberi nama Distro KDRI yang terletak di Jakarta. Selain offline, distro KDRI juga memakai media online untuk berjualan. Melalui metode kompetisi masyarakat bisa mengirimkan desain dengan tema Indonesia. Konsumen KDRI kini tidak hanya dari Indonesia saja, tapi juga dari negara lain seperti Singapura, Paris, Tokyo, dll. Ini adalah wujud penyebaran virus oleh Mas Gembol, virus itu bernama FASHIONALISME!



Dilansir dari website indonesiashow.biz, menurut Wadit, berjualan secara online jauh lebih menghasilkan. Menurutnya, dengan online, kita bias tau Truefans kita siapa, dari daerah mana, dan lain sebaginya. Kalau offline sulit mengetahui hal-hal itu. Dari internet, Wadit jadi dikenal banyak orang hingga sering diundang untuk mengisi acara seminar di berbagai daerah.

Dari perjalanannya sebagai aktivis desain serta sebagai entreperneur itulah yang membuat saya tertarik untuk memilihnya menjadi Role Model di bidang desain dan entrepreneur. Dari semua bisnisnya, Wadit kini telah berhasil meraup omset hingga milyaran rupiah setiap tahunnya. Berikut ini analisis 10-D By Grave yang ada pada sosok Wadit:

1.      Dream (Visi mengenai masa depan)
Tujuan Wadit tentu sudah jelas, yaitu memajukan animasi Indonesia dan memajukan Indonesia melalui karya visual.

2.      Decisiveness (Cepat dan Tepat dalam Mengambil Keputusan)
Wadit termasuk orang yang cepat dalam mengerjakan sesuatu. Dalam bukunya, ada satu bab yang menunjukkan kelakukan spontanitasnya. Salah satunya pada saat ada kasus Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga yang digugat oleh sebuah rumah sakit. Kala itu dalam waktu singkat ribuan masyarakat Indonesia secara spontan berinisiatif menggalang dana untuk Prita.

Wadit pun membuat sebuah logo ilustrasi bertulisan free Prita! lalu menyebarkannya tanpa berpikir panjang. Dalam waktu beberapa hari logo tersebut banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menggalang dana. Logo tersebut banyak tersebar di media-media termasuk televisi.

3.      Doers (Tidak Menunda Kesempatan yg Didapat)
Sifat kreatif Wadit sudah terlihat sejak dulu. Saat SMA, dia berinisiatif untuk mendesain seragam olah raga SMA-nya yang sebelumnya ia anggap jadul. Akhirnya kepala sekolah menyetujuinya. Sejak saat itu ia mendapat tawaran untuk mendesain kaos tim basket, dll.

4.      Determination (Bertanggung Jawab dan Pantang Menyerah)
Sebelum mendirikan kursus animasi HelloMotion, Wadit pernah gagal membangun sebuah production house bersama sahabat-sahabatnya yang hanya bertahan satu tahun. Sebelum distro KDRI berdiri pun Wadit juga pernah gagal menjalankan bisnis clothing.

5.      Dedication (Dedikasi Tinggi untuk Kegiatan Usaha)
Dedikasi Wadit terlihat dari kecintaannya terhadap passionnya dan tujuannya untuk memajukan Indonesia melalui karya visual.

6.      Devotion (Kegilaan atau Kegemaran)
Adala salah satu kegiatan Wadit dalam mewujudkan ide-idenya. Di waktu senggang dia iseng mengubah desain-desain logo yang ada di Indonesia agar lebih menarik dan menjual.

7.      Details (Memperhatikan Faktor-faktor Kritis)
Wadit termasuk seorang yang kritis dalam hal visual. Maka dari itu, dia layak disebut sebagai seorang aktivis desain dan animasi.

8.      Destiny (Bertanggung Jawab Terhadap Tujuan yg Dicapai)
Hal ini terlihat dari cara Wadit mengelola KDRI. Wadit telah berhasil membuat anak muda Indonesia berkumpul, berkarya bersama melalui KDRI.

9.      Dollars (Tidak Mengutamakan Kekayaan)
Menurut Wadit, mencintai apa yang dikerjakan akan mendatangkan keuntungan di akhirnya.

10.  Distribute (Bersedia kerja sama bisnis dengan orang-orang kepercayaannya)
Wadit memiliki banyak jalinan kerjasama, termasuk dengan pemerintah. Contohnya kerjasama untuk membuat desain. Baginya, kerja sama bisnis itu sama seperti menikah. Artinya, tidak segampang kita membuka pameran waralaba lalu menawarkan bisnis kita ke siapa saja yang tertarik.

Nah, itulah hal-hal yang menjadikan alasan saya memilih Wahyu Aditya sebagai Role Model sejak dua tahun terakhir. Secara tidak langsung desain yang Wadit hasilkan juga menginspirasi saya dan membuat saya semangArt untuk berkarya. hehe


Punya event? promosi usaha? atau kampanye? Pasti membutuhkan media untuk promosi. Salah satunya melalui poster. Poster merupakan suatu media publikasi untuk mengimbau masyarakat untuk melakukan atau mengikuti suatu kegiatan.

Poster umumnya berukuran besar. Kebanyakan adalah ukuran A3. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Pemasangannya pun di tempat-tempat umum seperti pasar, stasiun, halte, dan lain-lain. Kalau di kampus biasa ditemukan di mading-mading hingga di kantin.

Berikut ini adalah macam-macam jenis poster yang saya peroleh dari posterina

1. Berdasarkan Isinya :
  • Poster Niaga, poster ini umumnya menawarkan produk suatu perusahaan.
  • Poster Kegiatan, poster ini menginformasi kegiatan kepada khalayak ramai.
  • Poster Pendidikan, poster ini ditujukan untuk hal-hal bertemakan pendidikan.
  • Poster Layanan Masyarakat, poster mengenai layanan umum pemerintah.


2. Berdasarkan Tujuannya :
  • Poster Propaganda, poster ini pengaruh sangat kuat terhadap masyarakat
  • Poster Kampanye, poster yang seringkali terlihat menjelang Pemilu.
  • Poster "Wanted" atau "Dicari", poster ini umumnya untuk mencari orang.
  • Poster "Cheesecake", poster ini dibuat untuk mencari perhatian masyarakat.
  • Poster Film, poster ini mempromosikan film agar dikenal masyarakat.
  • Poster Kartun, ini adalah poster publikasi dari komik-komik kartun.
  • Poster Afirmasi, poster ini tujuannya untuk memperikan motivasi.
  • Poster Riset, poster ini mempublikasikan riset dan penelitian.
  • Poster Kelas, poster ini bisa kita jumpai didalam kelas-kelas sekolah.
  • Poster Komersil, poster ini bertujuan untuk kepentingan komersil.


Agar pesan dalam poster tersebut tersampaikan, tentu membutuhkan penataan desain yang tepat antara gambar dan huruf. Warna-warna yang digunakan pun kontras dan kuat. Teks yang dicantumkan singkat dan jelas agar orang tidak bosan membacanya.

Berikut ini adalah contoh-contoh poster berbagai kegiatan yang pernah saya buat:

Poster kampanye sosial untuk memperingati hari hak asasi hewan


Poster perlombaan dance yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi UB


Poster seminar psikologi yang diadakan oleh FISIP UB
Poster open recruitment UKM Mahasiswa Wirausaha UB

Poster Bazar MOB Fest

Light Painting dengan senter dilapisi mika warna biru

Siapa yang tak kenal Light Painting. Salah satu teknik fotografi yang terbilang unik dan kreatif. Agar hasilnya terlihat bagus membutuhkan kesabaran dan kreatifitas. Kenapa harus sabar? Karena teknik menggunakan speed yang lama, tidak langsung ckrik ckrik begitu saja. Haha.

Nah, di mata kuliah multimedia linier 6 Oktober 2015 lalu, kami mendapat materi foto produk dengan menggunakan teknik Light Painting. Dosennya tidak lain adalah Pak Doddy Bening yang sudah tak diragukan lagi keahliannya. Kami diajarkan bagaimana cara membuat foto light painting yang tepat. Inilah tipsnya:
1. Gunakan Ruangan Gelap atau Tempat yg Minim Cahaya
Kenapa harus berada di tempat gelap/minim cahaya? Karena jika ada cahaya lain, akan mengganggu sinar senter/api yang kita gunakan untuk membuat light painting.
2. Atur ISO, diafragma, dan shutter speed. Shutter speed minimal 5 detik
3. Gunakan Tripod. Karena pengambilan gambar memakan waktu lama, maka gunakan tripod agar kamera tetap diam pada tempatnya dan hasil foto lebih bagus.
4. Lukis Cahaya Sekreatif Mungkin. Banyak kreasi gambar yang bisa kita hasilkan. Kesulitan mencari ide? Cobalah browsing, banyak sekali referensi hasil foto light painting di internet.

Itulah beberapa tips yang kami peroleh dari Pak Doddy Bening. Berikut ini adalah hasil foto karya kelompok kami: 

Light Painting dengan senter dilapisi mika warna kuning

Light Painting dengan senter dilapisi mika warna biru dan background hitam

Light Painting dengan senter dilapisi mika warna kuning


Kelompok 2




Terima kasih untuk kelompok 2 (eka, rengga, yuvi, yoyok, decky, fahrizal) x)
Previous PostOlder Posts Home