Rumahku Bukan Istanaku

2 comments
source: http://www.newhavenbulletin.com/?cat=36

Bagi kebanyakan orang, rumah merupakan tempat paling nyaman untuk berkumpul sekeluarga. Rumah merupakan tempat paling tenang untuk kita bisa melakukan apapun. Rumah juga tempat yang selalu kita tuju setelah capek bekerja, sekolah, kuliah, dll..


Namun semua itu tidak berlaku bagi aku. Rumahku bukan tempat yang nyaman. Rumahku ditinggal kosong sebentar saja sudah ada barang yang hilang. Kalau itu terjadi pasti ada beberapa orang yg marah di rumah. Orang-orang sedih, karena ulah satu orang lelaki di keluarga. Lelaki yang seharusnya menjadi contoh bagi adik-adiknya malah menyusahkan. Harta-harta kami dirampas. Hutang-hutang dia kami yang bayar. Uang yang seharusnya ditabung untuk ibuku pergi Haji, kini dipakai habis untuk bayar hutang. Uang yang seharusnya ditabung untuk kakak kedua ku menikah, kini habis untuk melunasi hutang. Uang yang seharusnya dipakai untuk merintis usaha kakak kedua dan ketiga ku, kini habis untuk mennutupi hutang-hutang itu. Dan uang yang seharusnya menjadi uang saku ku, kini habis pula untuk membayar hutang-hutang itu. Aku pun harus mengalah, aku sudah tak pernah mendapat uang saku lagi dari siapapun. Meminta uang seribu pun aku tidak berani. Aku tak punya kos. Aku cari biaya sendiri.


Sebenarnya apa yang ada di pikiranmu? Bukankah kamu wajib membahagiakan ibu kita. Kenapa kamu tidak kasihan melihat ibu menderita. Kita tak punya ayah. Seharusnya kamu yang memimpin keluarga ini. Bukan jadi momok. Dimana hati kamu? Dimana..
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

Terima kasih. Jangan lupa tinggalkan komentar :)